STIKES MATARAM

STIKES MATARAM

Jumat, 16 November 2012

ASUHAN KEPERAWATAN KALA I PADA IBU DENGAN PERSALINAN NORMAL


ASUHAN KEPERAWATAN KALA I PADA IBU DENGAN
PERSALINAN NORMAL
 

I.          Pengertian :
Pesalinan normal (partus spontan) adalah proses lahirnya bayi pada letak belakang kepala yang dapat hidup dengan tenaga ibu sendiri dan uri,tanpa alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam melalui jalan lahir.

II.       Patofisiologis :
Kehamilan (37-42 minggu)

Tanda-tanda permulaan persalinan
(kala pendahuluan)

Tanda-tanda inpartu
 

Proses persalinan








 



Kala I                         Kala II                        Kala III                      Kala IV
Fase Laten       Fase aktif        Primi :1-2,5 jam
3 cm
7-8 jam








Penurunan Hormon         Tuanya placenta      Penekanan kpl janin    Distensi rahim
Estrogen & progesteron
1-2 mgg prepartus  

Penurunan estrogen     Pergeseran ganglion servikal               Iskemia otot rahim
& progesteron
Kekejangan pembuluh darah                                      Gg.sirkulasi Utero placenta

              Nyeri    His/Kontraksi rahim
                  
      Gg.rasa nyaman

                                       Partus    Kerja jantung ↑  → Respirasi 
                                                                                             
                                                             Kelelahan                 lelah
                                                                                             
                                 Post Partum           Co                       Pola napas tak efektif
                                         


Nyeri perineum post                Perdarahan                  Ketuban Keruh
      Episiotomi                                                                    
                                        Resiko gg keseimbangan
                                             Cairan & elektrolit


                                                Resiko terjadi infeksi
III.    Pemeriksaan Diagnostik :
            Pemerikaaan darah lengkap :
·         Hb normal  = 11,4 – 15,1  gr/dl
·         Golangan darah = A,B,AB & O
·         Faktor RH =  +/-
·         Waktu pembekuan
            Protein Urine
            Urine reduksi 
IV.    Diagnosa keperawatan :
1.         Pola napas tidak efektif berhubungan dengan kelelahan,penggunaan energi berlebihan
2.         Nyeri berhubungan dengan kontraksi rahim & regangan pada jaringan
3.         Penurunan cardiak out put berhubungan dengan peningkatan kerja jantung sekunder penggunaan energi berlebih.
4.         Resiko terjadi gangguan kesimbangan cairan berhubungan dengan perdarahan banyak
5.         Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan adanya luka episiotomi.

V.       Interrvensi keperawatan :
Dx. 1. Pola napas tidak efektif  b.d penggunaan energi berlebihan
Tujuan :  Pola napas tidak terganggu/kembali efektif.
Observasi TTV selama jalannya persalinan
Rasional Deteksi dini keadaan klien sehingga dapat dilakukan tindakan secara tepat & cepat.
Dampingi klien & berikan dorongan mental selama perslinan
Rasional : Mengurangi kecemasan sehingga klien dapat mengatur pernapasan scr benar
Ajarkan tehnik pernapasan yg benar saat kontraksi
Rasional : Meningkatkan cadangan oksigen & tenaga
Ajarkan cara mengedan yg benar
Rasional : Agar klien dpt menghemat energi & melahirkan bayinya dng cepat.

Dx. 2. Nyeri b.d kontraksi rahim & regangan jaringan
Tujuan : Nyeri berkurang/hilang.
Observasi skala nyeri dng skala 1 – 10, intensitas & lokasi
Rasional : Mengetahui tingkat nyeri & ketergantungan klien serta kualitas nyeri
Ajarkan tehnik relaksasi & menarik napas panjang
Rasional : Meningkatkan relaksasi & rasa nyaman
Berikan penjelasan ttg penyebab nyeri & kapan hilangnya
Rasional : Meningkatkan pengetahuan sehingga mengurangi kecemasan,klien menjadi kooperatif
Ajarkan cara mengedan yg benar jika pembeukaan sudah lengkap
Rasional : Mengurangi kelelahan & mempercepat proses persalinan.
Anjurkan klien u/ istirahat miring kiri jika tdk sedang kontraksi
Rasional : Mengurangi penekanan vena cava, meminimalkan hipoksia jaringan.

Dx. 3. Penurunan Cardiak output b.d peningkatan kerja jantung
Tujuan : Cardiak out put dalam batas normal, TD= 120/80 mmHg,Nadi=80 x/mnt
Observasi TTV
Rasional : Mengetahui perkembangan/perubahan yg terjadi pada  klien
Observasi perubahan sensori
Rasional : Mengetahui ketidak adekuatan perfusi cerebral.
Observasi penggunaan energi & irama jantung
Rasional : Mengetahui tingkat ketergantungan klien.

Dx. 4. Resiko terjadi infeksi b.d adanya luka episiotomi
Tujuan : Tidak terkadi infeksi
Observasi TTV & tanda-tanda infeksi
Rasional : Deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi sehingga segera diatasi.
Lakukan vulva hygiene 2 x sehari (pagi – sore)
Rasional : Luka kotor mempengaruhi proses penyembuhan
Anjurkan klien u/ menganti pembalut setiap habis kencing atau kotor
Rasional : Kebersihan mempercepat proses penyembuhan & mencegah masuknya organisme.
Anjurkan klien u/ segera mobilisasi (duduk,berdiri & jalan serta menyusui bayinya )
Rasional : Mencegah sisa perdarahan/kotoran membendung dng mobilisasi sisa kotoran dpt keluar sehingga mempercepat proses penyembuhan disamping itu mem-perlancar sirkulasi darah keluka.

VI.    Buku Acuan :
Bagian Obstetri & Ginekologi,FK.Unpad. 1993. Obstetri. Elstar. Bandung.
Carpenito,Lynda Juall. 2001 Buku Saku Diagnosa Keperawatan. ed.8.EGC. Jakarta
Prawiro Harjo. 1995. Bedah Kebidanan. Bina Pustaka. Jakarta

0 komentar:

Posting Komentar