STIKES MATARAM

STIKES MATARAM

Rabu, 17 Agustus 2011

Virginia Avenel Henderson


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Virginia Avenel Henderson, M.A., Hon. FRCN. (November 30, 1897-19 Maret 1996) bukan hanya dikenal sebagai seorang perawat, tetapi juga sebagai seorang peneliti, pencipta teori, dan penulis.Virginia Henderson lahir di Kansas, Missouri. Dia merupakan anak kelima dari delapan bersaudara, dari pasangan Lucy Abbas Henderson dan Daniel B. Henderson.Virginia Henderson lulus dari Army School of Nursing, Washington, DC pada tahun 1921. Dia juga berhasil lulus dari Teachers College, Columbia University dengan gelar M.A. di bidang pendidikan keperawatan.                                                                               Virginia Henderson terkenal dengan definisi keperawatannya yaitu,
“Fungsi unik dari perawat adalah membantu individu, baik sakit atau sehat, dalam praktiknya individu tersebut juga berkontribusi terhadap kondisi kesehatan atau pemulihannya (atau sampai meninggal dengan damai) bahwa individu tersebut akan melakukannya tanpa bantuan jika dia memiliki kekuatan yang diperlukan, keinginan, atau pengetahuan.”
Henderson membagi kegiatan keperawatan berdasarkan kebutuhan manusia menjadi 14 komponen.Dia menggambarkan peran perawat sebagai substitutive (melakukan untuk individu), supplementary (membantu individu), atau complementary (bekerjasama dengan individu), dengan tujuan membantu individu menjadi se-independent mungkin.Virginia Henderson merupakan salah satu perawat pertama yang menunjukkan bahwa peran perawat tidak hanya sekedar mengikuti perintah dokter.





BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian  Model Konsep Keperawatan Henderson
Model konsep keperawatan yang dijelaskan oleh Virginia Handerson adalah model konsep aktivitas sehari hari dengan memberikan gambaran tentang Fungsi utama perawat yaitu menolong seseorang yang sehat/sakit dalam usaha menjaga kesehatan atau penyembuhan atau untuk menghadapi kematiannya dengan tenang. Dimana individu tersebut akan mampu mengerjakannya tanpa bantuan bila pasien memiliki kekuatan, kemauan dan pengetahuan yang dibutuhkan dan hal ini dilaksanakan dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin..
Teori Handerson berfokus pada individu yang berdasarkan pandangannya, yaitu bahwa jasmani (body) dan rohani (mind) tidak dapat dipisahkan. Menurut Handerson, manusia adalah unik dan tidak ada dua manusia yang sama. Kebutuhan dasar individu tercermin dalam 14 komponen dari asuhan keperawatan dasar(basic nursing care).
Pemahaman konsep teori keperawatan dari Virginia Handerson didasari kepada keyakinan dan nilai yang dimilaikinya diantaranya :
  1. Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari prtumbuhan dan perkembangan dalam rentang kehidupan.
  2. Dalam melaksankan aktifitas sehari – hari individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan dan kesehatan.
  3. Dalam melaksanakan aktifitas sehari hari individu dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktifitas, belum dapat melaksanakan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas.
Dalam hal ini klien dianggap sebagai tokoh utama (central figure) dan menyadari bahwa tim kesehatan pada pokoknya adalah membantu tokoh utama tadi. Usaha perawat menjadi sia-sia bila klien tidak mengerti, tidak menerima atau menolak atas asuhan keperawatan, karenanya jangan sampai muncul klien tergantung pada perawat/tim kesehatan. Jadi pada dasarnya tanggung jawab seorang perawat adalah menolong klien serta membantu klien dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dia lakukan tanpa bantuan.


B. Tujuan Keperawatan Teori Henderson
Dari penjelasan tersebut tujuan keperawatan yang dikemukakan oleh Handerson adalah Untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi pelayanan kesehatan dan membantu klien untuk mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin. Dimana pasien merupakan mahluk sempurna yang dipandang sebagai komponen bio, psiko, cultural, dan spiritual yang mempunyai empat belas kebutuhan dasar. Menurut Handerson peran perawat adalah menyempurnakan dan membantu mencapai kemampuan untuk mempertahankan atau memperoleh kemandirian dalam memenuhi empat belas kebutuhan dasar pasien. Factor menurunnya kekuatan, kemauan dan pengetahuan adealah penyebab kesulitan pasien dalam memperoleh kemandiriannya. Untuk itu diperlukan focus intervensi yaitu  mengurangi penyebab dimana pola intervensinya adalah mengembalikan, menyempurnakan, melengkapi, menambah, menguatkan kekuatan, kemauan, dan pengetahuan.
C.  Kerangka Kerja Teori Henderson
Kerangka kerja praktek dari model konsep dan teori keperawatan Virginia Handerson adalah praktek keperawatan yang membentuk klien untuk melaksanakan 14 kebutuhan dasar dari Handerson. Dimana Virginia Handerson mengidentifikasikan  14 komponen tersebut dalam asuhan keperawatan dasar pada tingkat asuhan individual, mengacu kepada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dari seseorang, perawat membantunya dengan fungsi-fungsi ini, atau membuat kondisi sehingga memungkinkan klien melakukan hal-hal berikut ini:
1.      Bernafas dengan normal
Bantuan yang dapat diberikan kepada klien oleh perawat adalah membantu memilih tempat tidur, kursi yang cocok, serta menggunakan bantal, alas dan sejenisnya sabagai alat pembantu agar klien dapat bernafas secara normal dan kekmampuan mendemonstrasikan dan menjelaskan pengaruhnya kepada klien.
2.      Kebutuhan akan nutrisi(makan dan minum)
Perawat harus mampu memberikan penjelasan mengenai tinggi dan berat badan yang normal, kebutuhan nutrisi yang diperlukan. Pemilihan dan penyediaan makanan, dengan tidak lupa memperhatikan latar belakang dan social klien.
3.      Kebutuhan eliminasi
Perawat harus mengetahui semua saluran pengeluaran dan keadaan normalnya, jarak waktu pengeluaran, dan frekuensi pengeluaran.
4.      Gerak dan keseimbangan tubuh
Perawat harus mengetahui tentang prinsip-prinsip keseimbangan tubuh, miring, dan bersandar.
5.      Kebutuhan isthirahat dan tidur
Perawat harus mengetahui tentang pergerakan badan yang baik, dan juga mengajarkan bagaimana cara mengontrol emosi yang baik.



6.      Kebutuhan berpakaian
Perawat dasarnya meliputi membantu klien memilihkan pakaian yang tepat dari pakaian yang tersedia dan membantu untuk memakainya.
7.      Mempertahankan temperature tubuh atau sirkulasi
Perawat harus mengetahui physiologi panas dan bisa mendorong kearah tercapainya keadaan panas maupun dingin dengan mengubah temperature, kelembapan atau pergerakan udara, atau dengan memotivasi klien untuk meningkatkan atau mengurangi aktifitasnya.
8.      Kebutuhan akan personal hygiene
Perawat harus mampu untuk memotivasi klien mengenai konsep konsep kesehatan bahwa walaupun sakit klien tidak perlu untuk menurunkan standard kesehatannya, dan bisa menjaga tetap bersih baik fisik maupun jiwanya.
9.      rasa aman dan nyaman
Perawat mampu melindungi klien dari trauma dan bahaya yang timbul yang mungkin banyak factor yang membuat klien tidak merasa nyaman dan aman.
10.  Berkomunikasi dengan orang lain dan mengekspresikan emosi, keinginan, rasa takut dan pendapat.
Perawat menjadi penterjemah dalam hubungan klien dengan tim kesehatan lain dalam memajukan kesehatannya, dan membuat klien mengerti akan dirinya sendiri, juga mampu menciptakan lingkungan yang teraupeutik.
11.  Kebutuhan spiritual
Perawat mampu untuk menghormati klien dalam memenuhi kebutuhan spiritualnya dan meyakinkan pasien bahwa kepercayaan, keyakinan dan agama sangat  berpengaruh terhadap upaya penyembuhan.
12.  Kebutuhan bekerja
Dalam perawatan dasar maka penilaian terhadap interprestasi terhadap kebutuhan klien sangat penting, dimana sakit bisa menjadi lebih ringan apabila seseorang  dapat terus bekerja.
13.  Kebutuhan bermain dan rekreasi
Perawat mampu memkilihkan aktifitas yang cocok sesuai umur, kecerdasan, pengalaman dan selera klien, kondisi, serta keadaan penyakitnya.
14.  Kebutuhan belajar.
Perawat dapat membantu klien belajar dalam mendorong usaha penyembuhan dan meningkatkan kesehatan, serta memperkuat dan mengikuti rencana terapi yang diberikan





D. Contoh Aplikasi Teori Konsep Henderson Pada Praktik Keperawatan
1.Pola nafas tidak efektif
ü  Tinggikan kepala tempat tidur.
ü  Dorong untuk latihan batuk/nafas dalam.
ü  Beri bantalan pada pagar tempat tidur dan ajarkan pasien menggunakannya untuk isthirahat tangan.
2. Gangguan pola tidur.
ü  Tentukan kebiasaan tidur biasanya dan perubahan yang terjadi.
ü  Berikan tempat tidur yang nyaman dan beberapa milik pribadi mis : bantal, guling.
ü  Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur mis : mandi hangat, dan massage, segelas susu hangat.
ü  Dorong beberapa aktifitas fisik ringan selama siang hari dan jamin pasien berhenti aktifitas beberapa jam sebelum tidur.
ü  Instruksikan pasien untuk relaksasi.













BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Keperawatan menurut Handerson dapat di definisikan membantu individu yang sakit dan sehat dalam melaksanakan aktifitas yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya. Dimana individu tersebut akan mampu mengerjakannya tanpa bantuan bila pasien memiliki kekuatan, kemauan dan pengetahuan yang dibutuhkan dan hal ini dilaksanakan dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin. (fundamental of nursing, perry & potter).
Dimana aktivitas hidup sehari-hari yang disampaikan Henderson tersebut adalah Bernafas dengan normal , nutrisi(makan dan minum) ,eliminasi,Gerak dan keseimbangan tubuh, isthirahat dan tidur ,berpakaian,Mempertahankan temperature tubuh atau sirkulasi , personal hygiene,rasa aman dan nyaman,Berkomunikasi dengan orang lain dan mengekspresikan emosi, keinginan, rasa takut dan pendapat, spiritual, bekerja, bermain dan rekreasi, belajar.


1 komentar: